KOTABEKASI,CerminDemokrasi.com – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN Pembangunan, Evi Mafriningsianti, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan Ke-3 Tahun Anggaran 2026 di wilayah RW 014, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (10/10/2026).

Dalam agenda jaring aspirasi tersebut, masyarakat diarahkan untuk menyampaikan masukan dan usulan yang selaras dengan lima fokus arah pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Evi menjelaskan bahwa kegiatan reses kali ini difokuskan pada perencanaan anggaran tahun 2028, sekaligus sebagai upaya mengawal alokasi serta penyerapan anggaran belanja prioritas untuk tahun 2027 mendatang.

“Sebenarnya tidak fokus ke UMKM saja, tapi saya arahkan agar aspirasi dan masukan warga sesuai dengan lima fokus belanja pemerintah. Di antaranya peningkatan pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana (sarpras), ketertiban lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif. Ini bagian dari arah pembangunan agar usulan masyarakat selaras dengan apa yang ditekankan oleh pemerintah,” ujar Evi Mafriningsianti.

Evi menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyerapan anggaran tahun 2027 yang berorientasi pada belanja prioritas Pemkot Bekasi. Salah satu program utama yang akan dikawal secara langsung di wilayah Bekasi Timur adalah peningkatan fasilitas pendidikan.

“Salah satu yang insyaAllah ke depan akan saya kawal di 2027 adalah pembangunan peningkatan sarpras pendidikan, seperti pembangunan di SMPN 3 yang lokasinya sudah saya tinjau langsung, serta perbaikan di SDN Aren Jaya,” ungkap Evi.

Selain pendidikan, sejumlah usulan infrastruktur dan fasilitas publik penting lainnya juga masuk dalam prioritas pengawasan. Di antaranya mencakup, pemeliharaan gedung Polsek Bekasi Timur, perbaikan jembatan underpass, serta perbaikan saluran air di lingkungan perbatasan RW 05 dan RW 06 Kelurahan Duren Jaya.

“Insya Allah kita sama-samalah kawal bahwa memang pemerintah punya prioritas-prioritas yang juga harus disupport oleh legislatif, kita juga siap support dan karena ini juga untuk kemaslahatan masyarakat banyak, tentu ya kita harus membantu mensukseskan,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan mengenai kecukupan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah Kelurahan Duren Jaya, Evi menegaskan bahwa Pemkot Bekasi setiap tahunnya konsisten mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar guna meningkatkan mutu pendidikan.

“Bukan dirasa kurang, tetapi setiap tahun pemerintah selalu menganggarkan peningkatan kualitas pendidikan. Ini dibuktikan dengan alokasi anggaran pendidikan yang selalu di atas 20 persen, bahkan hampir menyentuh 30 persen. Ini bentuk tanggung jawab pemerintah,” jelas Evi.

Sementara itu, terkait wacana usulan penambahan Unit Sekolah Baru (USB), Evi menerangkan bahwa peluang pengajuan sangat terbuka lebar berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kendati demikian, terdapat tahapan serta persyaratan administratif yang wajib dipenuhi.

“Boleh mengusulkan, syarat utamanya adalah ketersediaan lahan minimal 3.000 meter persegi. Pengajuan ini harus berdasarkan kesepakatan bersama antara warga, RT/RW, pihak kelurahan, hingga kecamatan. Jika lahannya ada, saya siap bantu mendorong pengadaan lahannya terlebih dahulu, baru kemudian masuk ke tahap pembangunan unit sekolahnya,” pungkasnya.