JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Seorang pengguna ATM mengeluhkan transaksi tarik tunai Rp1 juta yang gagal, tetapi biaya administrasi Rp7.500 tetap terpotong dari rekeningnya.
Ia menyebut proses penarikan dilakukan melalui ATM BRI dengan nomor terminal 260453. Uang tunai Rp1 juta tidak keluar meski transaksi sempat diproses.
Notifikasi pada ponselnya kemudian menunjukkan adanya potongan biaya administrasi sebesar Rp7.500. Tidak lama setelah itu, transaksi penarikan Rp1 juta dinyatakan dibatalkan.
Pengguna tersebut mempertanyakan biaya administrasi yang tetap terpotong meski uang tunai tidak diterima. Ia juga menyebut rekening atau kartu yang digunakan berasal dari BCA saat melakukan transaksi di ATM BRI.
Kejadian tersebut kemudian menjadi dasar kritik terhadap pengelolaan sejumlah perusahaan yang berada di bawah BUMN. Ia menilai persoalan layanan transaksi perbankan perlu mendapat perhatian.
Selain persoalan ATM, ia juga menyinggung rencana pengelolaan ekspor yang menurutnya akan dilakukan melalui satu pintu BUMN. Ia mengaitkan kebijakan tersebut dengan kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan pengelolaan ekspor.
Dalam pernyataannya, ia membandingkan rencana tersebut dengan praktik pengelolaan ekspor-impor pada masa pemerintahan Soeharto. Ia menilai sistem satu pintu berpotensi menjadi celah penyalahgunaan apabila tidak diawasi dengan baik.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






