JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Rencana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri memicu polemik dan keresahan di dunia pendidikan. Mahasiswa, dosen, dan pengelola kampus ramai membahas isu tersebut di media sosial.

Kholid Alwalid menilai pemerintah terlalu terburu-buru dan cenderung memperlihatkan sikap ototarianisme dalam menggulirkan wacana itu. Ia juga menyebut Kemendikti Saintek belum pernah membuka ruang diskusi dengan pihak kampus, asosiasi pendidikan, akademisi dan mahasiswa.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kebutuhan industrial saja. Ia menegaskan bidang humaniora, sosial, dan filsafat juga punya peran besar dalam membangun suatu bangsa dan negara.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz