KOTA BEKAS,CerminDemokrasi.com – Kader Posyandu Nangka II, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, menyambut antusias bantuan alat penimbang berat badan bayi serta pengukur tinggi badan dari Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, Ahmadi Madong. Penyerahan fasilitas kesehatan tersebut dilakukan secara simbolis di sela-sela kegiatan Reses III 2026 di wilayah Kelurahan Jatimekar.

Kehadiran alat kesehatan baru ini dinilai sangat krusial dalam menunjang kinerja para kader untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat RW.

Ahmadi Madong menjelaskan bahwa pengadaan alat ukur dan timbangan tersebut merupakan bentuk pengawalan serta realisasi dari aspirasi para kader posyandu untuk Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, kader posyandu memegang peranan kunci sebagai benteng terdepan dalam mencegah stunting.

“Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan warga. Selain infrastruktur yang sudah terealisasi, bantuan alat pendukung posyandu juga menjadi prioritas kita. Kader posyandu ini garda terdepan pencegahan stunting, jadi harus kita dukung penuh,” ujar Ahmadi, Sabtu (10/10/2026).

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap sarana yang diberikan dapat dirawat dengan baik serta dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Jatimekar.

“Saya titip pesan kepada kader Posyandu Nangka II agar alatnya dirawat dan dipergunakan untuk kepentingan warga. InsyaAllah, selama saya menjabat hingga 2029, posyandu-posyandu di wilayah Jatiasih akan terus mendapat perhatian,” tambahnya.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ketua Posyandu Nangka II, Lilis. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh anggota dewan tersebut. Menurut Lilis, perangkat anyar ini membuat hasil penimbangan dan pengukuran tumbuh kembang balita jauh lebih presisi.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berguna. Pengukuran berat badan balita kini jadi lebih akurat, yang tentu sangat mendukung gerakan penanganan stunting di tempat kami,” tutur Lilis.

Kendati demikian, Lilis tidak menampik bahwa Posyandu Nangka II masih menghadapi kendala keterbatasan sarana dan prasarana. Hingga saat ini, pelayanan posyandu masih menumpang di Sekretariat RT setempat karena belum memiliki bangunan sendiri.

“Soal fasilitas, memang masih banyak yang perlu dilengkapi, termasuk ruang pemeriksaan khusus untuk lansia dan ibu hamil. Kami berharap ke depannya Posyandu Nangka II bisa memiliki gedung sendiri agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan makin optimal,” harapnya.