KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com- Hubungan antara wakil rakyat dengan konstituen, kini didorong untuk bertransformasi dari sekadar dialog politik menjadi sinergitas membangkitkan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.Langkah ini menjadi program utama anggota DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti.
Melalui agenda jaring aspirasi masyarakat (reses) ke II Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di RW 010, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur Politisi PAN tersebut mengonsolidasikan jaringan relawan dan komunitas warga sekitar agar mampu bergerak aktif di sektor penunjang ekonomi kreatif.
Evi menjelaskan, bahwa melalui wadah jaringan ‘Sahabat Evi’ (SAE), pihaknya berkomitmen memberikan stimulus nyata, berupa sarana prasarana penunjang usaha serta program pelatihan yang terarah bagi para pelaku usaha pemula (start up).
“Saya ingin masyarakat dan khususnya para relawan ini, tidak sebatas silaturahmi formal saja. Kami mendorong agar mereka bergerak di kegiatan ekonomi agar mandiri secara finansial. Oleh karena itu, kami memfasilitasi kebutuhan fisik dasar seperti bantuan stan jualan (booth) dan payung UMKM,” kata Evi usai kegiatan, Rabu (08/7/2026).
Untuk memastikan keberlanjutan usaha warga, Evi menegaskan, tidak akan melepas para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tanpa pembekalan kompetensi yang mumpuni. Ia menyatakan telah membangun komunikasi intensif dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi, untuk menyinkronkan program pelatihan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Skema penganggaran untuk program ini nantinya akan diakses secara terpadu, baik melalui dana aspirasi Pokok – Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, maupun dengan memanfaatkan slot pelatihan reguler yang difasilitasi oleh dinas terkait.
“Kami juga memikirkan akses permodalan bagi pelaku UMKM pemula. Ke depan, saya akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, agar para pelaku usaha mikro di Bekasi Timur khususnya, bisa mendapatkan bantuan pemodalan yang lebih lunak, fleksibel, dan tidak memberatkan,”ujarnya.
Melalui integrasi yang melibatkan pemuda Karang Taruna dan penguatan instrumen UMKM, pihaknya berharap, roda ekonomi kreatif di tingkat lingkungan RT, RW dapat berputar lebih cepat, sekaligus membuka lapangan kerja mandiri yang mampu bertahan di tengah ketatnya tantangan ekonomi modern.






