JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Jemaat Gereja Sidang Jemaat Kristus di Kompleks Marinatama, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, menyampaikan aspirasi setelah tempat ibadah mereka ditutup pada 4 Januari 2026. Jemaat menyebut lokasi tersebut telah mereka gunakan untuk beribadah secara rutin selama sekitar 25 tahun.
Penutupan itu menimbulkan keresahan di kalangan jemaat. Mereka berharap dapat kembali beribadah dengan aman dan nyaman di tempat yang, menurut keterangan mereka, telah dimiliki secara resmi.
Gugun Gumilar turut menyampaikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Dalam keterangannya, ia menyatakan akan mendampingi jemaat bersama koordinator Penny Hartono dan siap menjadi saksi ahli jika pihak berwenang memanggilnya.
Gugun juga mendorong pejabat Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, serta pemerintah daerah untuk turun langsung menangani persoalan kerukunan umat beragama. Ia berharap komunikasi dan audiensi dengan berbagai pihak dapat membuka jalan menuju penyelesaian.
Menurut Gugun, upaya dialog perlu terus berjalan untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama. Ia juga meminta dukungan agar jemaat dapat menghadapi persoalan tersebut.
Hingga kini, bahan yang tersedia belum memuat penjelasan mengenai alasan penutupan maupun tanggapan pihak yang mengambil keputusan tersebut. Jemaat berharap pihak terkait mendengarkan aspirasi mereka dan menyelesaikan persoalan ini secara adil.






