JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Candaan Presiden Prabowo Subianto kepada karateka muda Citra Nur Rahmadhani soal pacaran menuai kritik dari seorang perempuan yang mengaku sebagai ibu tunggal. Ia menilai momen tersebut seharusnya lebih menonjolkan prestasi Citra sebagai inspirasi bagi anak-anak Indonesia.

Dalam pernyataannya, perempuan tersebut menyinggung ucapan Prabowo yang menyebut Citra baru boleh berpacaran 10 tahun lagi. Ia menduga Presiden bermaksud bercanda, tetapi menilai topik tersebut tidak tepat untuk dijadikan lelucon.

Ia juga menyoroti latar belakang Citra yang disebut berasal dari keluarga kurang mampu, membantu ibunya berjualan kacang, serta memiliki prestasi di bidang karate. Menurutnya, perjuangan dan pencapaian Citra lebih layak mendapat perhatian.

Perempuan itu berharap Prabowo dapat menjadikan Citra sebagai contoh bagi anak-anak lain agar terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan mengejar prestasi. Ia menilai pesan tersebut akan lebih bermanfaat daripada candaan mengenai hubungan asmara.

Dalam kritiknya, ia juga mengingatkan bahwa hubungan pacaran pada usia muda dapat membawa tantangan, mulai dari gangguan konsentrasi belajar hingga masalah emosional. Ia turut menyinggung risiko perilaku seksual yang tidak sehat.

Meski melontarkan kritik, ia tetap memberikan dukungan kepada Citra agar terus berprestasi dan menjadi teladan bagi teman-teman seusianya.