KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Pernyataan seorang pria didalam video ini viral di media sosial setelah ia mengkritik penggunaan pengeras suara (toa) masjid di luar azan dan waktu ibadah.

Ia mencontohkan kejadian di sekitar rumahnya, seperti pengumuman acara warga dan latihan mengaji anak-anak yang terdengar lewat toa.

Ia juga menyoroti tradisi membangunkan sahur dengan suara keras pada dini hari. Menurutnya, banyak warga memilih diam karena takut dicap negatif atau menjadi sasaran kritik.

Pria itu mengutip Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 55 yang menyerukan berdoa dengan suara lembut.

Ia mengingatkan bahwa aturan Kementerian Agama membatasi penggunaan pengeras suara (toa) untuk azan atau pengajian maksimal 30 menit sebelum Subuh.

Ia mempertanyakan mengapa pelanggaran aturan ini jarang mendapat protes, baik dari umat Muslim maupun non-Muslim. Menurutnya, keberanian menyuarakan pendapat penting untuk menjaga ketertiban dan saling menghormati di ruang publik.