KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang membatasi jam operasional kedai makan selama Ramadan menuai kritik dari masyarakat. Pembatasan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pelaku usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejumlah warga mempertanyakan alasan pembatasan jam buka, karena tidak semua masyarakat menjalankan puasa. Mereka juga menilai kebijakan itu dapat menurunkan omzet pedagang yang bergantung pada penjualan di siang hari.

Kritik juga menyoroti dampak kebijakan terhadap pelaku usaha kecil. Pembatasan jam operasional dikhawatirkan mengurangi pendapatan dan memperberat beban ekonomi pedagang.

Pemerintah daerah biasanya menerapkan aturan tersebut untuk menjaga ketertiban dan menghormati bulan Ramadan. Namun, sebagian masyarakat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan keseimbangan antara toleransi beragama dan keberlangsungan usaha masyarakat.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz