JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri acara Dharma Santi Nyepi Provinsi DKI Jakarta dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Rano Karno menyampaikan, Dharma Santi Nyepi menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Ia menyampaikan, tema ‘Vasudhaiva Kutumbakam: DKI Jakarta Harmoni, Indonesia Maju’ mencerminkan semangat bahwa seluruh warga merupakan satu keluarga besar.

“Hari Suci Nyepi menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Tema ini menggambarkan bahwa seluruh warga Jakarta adalah satu keluarga,” ujar Rano Karno.

Ia menambahkan, perayaan Nyepi mengajarkan nilai-nilai keheningan, refleksi diri, dan pengendalian diri melalui Catur Brata Penyepian.

Selain itu, Rano Karno menilai, kedekatan waktu antara perayaan Nyepi dan Idul fitri membawa pesan kuat tentang pentingnya kesucian hati, saling memaafkan, serta penguatan toleransi antar umat beragama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun Jakarta yang harmonis,” katanya.

Lebih lanjut, Rano Karno menjelaskan, rangkaian perayaan keagamaan sepanjang tahun telah dikemas dalam satu kalender kegiatan budaya Jakarta, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, Nyepi, Ramadan, hingga Idul fitri.

Menurutnya, integrasi kegiatan keagamaan dan budaya tersebut bertujuan memperkuat kebersamaan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota yang inklusif.

Ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menjadikan agenda tersebut sebagai kalender budaya tahunan yang terus dikembangkan, terutama menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada tahun 2027.

“Kami telah menyepakati ini sebagai kalender kegiatan budaya Jakarta. Tahun depan, saat Jakarta berusia 500 tahun, kegiatan ini akan kami perluas,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) akan didorong untuk mempromosikan kalender budaya Jakarta ke tingkat internasional, termasuk ke negara-negara ASEAN dan Eropa.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, seiring tren positif wisatawan dari kawasan Asia Tenggara.

“Mungkin tidak disadari, tahun lalu kunjungan wisatawan dari Malaysia dan Singapura ke Jakarta cukup tinggi. Salah satunya terlihat dari jumlah penumpang Whoosh yang melebihi 120 ribu, yang didominasi wisatawan Asia Tenggara,” tandasnya.

 

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz