KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Fakta terbaru menunjukkan bahwa sekitar 80 persen perekonomian Indonesia digerakkan oleh warga non-Muslim. Sementara itu, umat Muslim yang jumlahnya lebih dari 200 juta orang hanya menyumbang sekitar 15 persen kontribusi ekonomi.
Kelompok minoritas tersebut aktif membangun perusahaan, membuka toko, menjalankan pabrik, membayar pajak, dan menggaji ribuan karyawan yang sebagian besar berasal dari kalangan Muslim. Di sisi lain, sebagian umat mayoritas justru belum menunjukkan peran yang seimbang dalam penggerakan ekonomi.
Situasi ini menimbulkan ironi. Kelompok yang lebih kecil jumlahnya memilih bekerja tanpa banyak bicara, sedangkan sebagian dari kelompok mayoritas merasa paling berhak atas negeri ini. Fakta tersebut bukan soal perbedaan keyakinan, tetapi soal kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional.






