JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Rencana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri memicu polemik di dunia pendidikan. Mahasiswa, dosen, dan pengelola kampus ramai membahas isu tersebut di media sosial.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Kholid Alwalid menilai pemerintah terlalu terburu-buru dalam menggulirkan wacana itu. Ia juga menyebut Kemendikti Saintek belum membuka ruang diskusi dengan pihak kampus dan asosiasi keilmuan.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kebutuhan industri. Ia menegaskan bidang humaniora, sosial, dan filsafat juga punya peran besar dalam membangun bangsa.