JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Wacana penutupan program studi (Prodi) pendidikan oleh pemerintah dengan alasan jumlah lulusan dinilai terlalu banyak, menuai kritik dari kalangan guru. Seorang guru sosiologi di video viralnya menilai pemerintah memakai data yang tidak mencerminkan kondisi nyata di sekolah.

Ia menyebut banyak sekolah masih kekurangan tenaga pengajar. Menurutnya, keterbatasan formasi guru lebih dipengaruhi kemampuan anggaran pemerintah daerah, bukan karena kebutuhan tenaga pendidik sudah terpenuhi di setiap sekolah.

Ia juga menyoroti kondisi guru honorer, aturan tunjangan profesi, hingga perubahan kurikulum yang terus berganti. Menurutnya, pemerintah seharusnya memperbaiki sistem rekrutmen dan distribusi guru, bukan menutup program studi pendidikan.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz