KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Dalam sebuah podcast bersama Richard Lee pada 6 Juni lalu, Zakir Naik menyebut Malaysia sebagai negara terbaik bagi umat Islam.
Tokoh Islam asal India itu menilai Malaysia unggul daripada Indonesia karena Islam menjadi agama resmi, sistem keuangannya berbasis syariah, dan situasi politiknya relatif stabil.
Pernyataan tersebut langsung menuai sorotan berbagai pihak.
Zakir Naik merupakan seorang buronan dikarenakan kabur dari negaranya yaitu India sejak 2016, karena kasus hukum, termasuk dugaan ujaran kebencian melalui ceramah dan saluran TVnya, Peace TV.
Di pemerintah Malaysia juga pernah dilarang berceramah karena ucapannya dianggap menyinggung etnis dan agama lain.
Model dakwah Zakir yang konfrontatif dan membahas agama orang lain dinilai bertentangan dengan semangat Islam yaitu rahmatan lil’alamin.
Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, mengingatkan bahwa dakwah seharusnya merangkul bukan memukul, membina bukan menghina.






