KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Sebuah video membahas pandangan Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai gelar habib di Indonesia. Dalam surat-suratnya, Bung Karno menegaskan tidak setuju jika habib diperlakukan sebagai kelas istimewa di atas warga negara lainnya.
Menurut penjelasan dalam video tersebut, Soekarno menghargai setiap warga negara, namun menolak klaim berlebihan yang menempatkan habib seakan memiliki peran tunggal dalam kemerdekaan. Ia juga mengkritik praktik-praktik yang dianggap khurafat, seperti permintaan uang berlebihan atau perilaku yang merugikan masyarakat.
Pandangan ini mencerminkan sikap nasionalis Soekarno yang menempatkan semua warga negara pada kedudukan setara di mata hukum dan negara.






