KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Warga masyarakat mengeluhkan penumpukan sampah di depan Pasar Baru Bekasi Timur, tepatnya di sebrang pintu keluar Terminal Induk Kota Bekasi. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pembeli juga pengendara yang melintas.

Salah seorang pedagang kios di sekitar lokasi, Sutrisno mengatakan, persoalan penumpukan sampah telah terjadi selama kurang lebih hampir dua minggu dan hingga kini belum ada penanganan dari dinas terkait. Ia menlyebut, semenjak ada penumpukan sampah, juga berdampak pada penurunan omzet penjualan di kiosnya.

“Mas tau sendiri kan baunya gimana? Itu belatung sampe ampar – amparan kemana – mana, pembeli jadi nggak nyaman,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Sutrisno menjelaskan, sampah yang menumpuk di lokasi tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas pedagang. Menurutnya, banyak masyarakat maupun pengguna jalan yang turut membuang sampah di kawasan tersebut sehingga volume sampah terus bertambah setiap harinya.

“Belum pernah di angkut sama sekali sama petugas kebersihan karena katanya ini bukan sampah pasar,” terang Sutrisno.

Hal yang sama juga di keluhkan Adi, seorang pengendara yang kerap melintas dilokasi tersebut. Kondisi lalulintas yang kerap tersendat karena ada pembangunan jalan dan mobilitas di pintu keluar Terminal Bekasi, seringkali membuatnya menahan nafas akibat bau menyengat dari sampah yang menumpuk.

“Kadang ada kantong sampah yang berserak ke tengah jalan, itu kan bahaya mas kalau terlindas ban sepeda motor, licin,”ungkapnya.

Dirinya berharap, pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut agar tidak berkelanjutan. Ia menambahkan, penertiban PKL serta normalisasi Jalan Juanda yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sangat membantu para pengendara.

“Sekarang kalau saya berangkat pagi sudah lancar sih jalannya, cuma tolong sampahnya juga di perhatikan, selain bau kan kesannya gimana gitu, setiap kita lewat sini,”pungkasnya.