KOTA BEKASI,CerminDemokrasi.com- Tokoh masyarakat Bekasi Utara yang juga salah satu inisiator dari kegiatan Tabur Bunga Jembatan Sasak Kapuk pada HUT RI ke 81, Lukman Hakim, menilai keberhasilan Tabur Bunga Sasak Kapuk tidak terlepas dari kekompakan masyarakat Bekasi Utara dan Medan Satria. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali sejarah perjuangan rakyat Bekasi sekaligus mengenang jasa pahlawan nasional KH. Noer Alie.
Pria yang akrab disapa Bang Alex Ziblo tersebut menuturkan, di momen itu berbagai elemen masyarakat yang hadir mampu mengesampingkan perbedaan, bergotong royong untuk menyukseskan kegiatan penghormatan terhadap perjuangan KH. Noer Alie.
“Seperti falsafah sapu lidi, kita tahukan sapu lidi, kalau dibuat nyapu satu-satu pasti enggak akan bisa, tapi kalau jadi satu baru bisa bersih. Nah, begitu juga kita, kalau kita kerja sendiri-sendiri tak akan sukses acara ini,” kata Alex Ziblo, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, persatuan para tokoh penggerak menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan Tabur Bunga Sasak Kapuk. Perbedaan latar belakang, termasuk pilihan politik, tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersatu dalam menjaga sejarah perjuangan di wilayah Bekasi.
Selain juga, dukungan dari unsur pemerintah, lingkungan masyarakat, TNI, Polri, tokoh masyarakat, warga, hingga pihak perusahaan yang ikut berkontribusi dalam bentuk dukungan moril maupun materil.
“Untuk apa semua ini kita lakukan, tak lain dan tak bukan semata-mata demi menghargai jasa perjuangan pahlawan nasional kita Almaghfurloh KH. Noer Alie yang telah membuat bangsa kita merdeka seperti kita rasakan sekarang ini,”ungkapnya.
Alex Ziblo berharap, penghormatan terhadap perjuangan KH. Noer Alie tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi generasi penerus juga memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
“Sudah selayaknya kita sebagai generasi penerus mengisi hasil perjuangan pahlawan nasional kita KH. Noer Alie dan pahlawan-pahlawan lain dengan hal-hal yang positif untuk kemajuan dan kemaslahatan bangsa ini dan negara ini,”ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui karya nyata. Dengan menerjemahkan nilai – nilai perjuangan para pahlawan sesuai dengan tantangan zaman agar sejarah tidak berhenti hanya sebagai catatan masa lalu.
“Kalau dulu KH. Noer Alie dan pasukannya berjuang memerdekakan negara ini dengan bambu runcing dan golok. Sekarang kita mengisi kemerdekaan dengan istilahnya pacul dan sawah untuk membangun demi kesejahteraan,”terangnya.
Kegiatan Tabur Bunga Sasak Kapuk juga menjadi bagian dari upaya masyarakat membuka kembali ruang sejarah perjuangan rakyat Bekasi. Berdasarkan catatan sejarah, pertempuran Sasak Kapuk terjadi pada 29 November 1945 ketika Laskar Rakyat dan pasukan Hizbullah pimpinan KH. Noer Alie bersama TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pimpinan M. Hasibuan berupaya menghalau pasukan Sekutu yang hendak memasuki wilayah Bekasi.
Puncak perlawanan terjadi pada 13 Desember 1945, dimana tentara Sekutu disebut mengerahkan persenjataan dalam jumlah besar hingga berhasil menguasai Bekasi dan menyebabkan situasi peperangan yang berat.
Seiring berjalannya waktu, sejarah perjuangan Sasak Kapuk dinilai semakin jarang diketahui masyarakat. Kondisi ini mendorong sejumlah tokoh masyarakat Bekasi Utara untuk menginisiasi kegiatan yang dapat menjadi pengingat terhadap peristiwa bersejarah tersebut.
Upaya menghidupkan kembali sejarah Sasak Kapuk mulai dilakukan pada peringatan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025 lalu. Kegiatan tersebut digagas oleh sejumlah putra daerah Kaliabang, yakni Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim, Lukman Hakim alias Alex Ziblo, dan Muhaimin Zawir, dengan dukungan Anggota DPRD Kota Bekasi Suryo Harjo dan Rudy Heryansyah.






