JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Seorang pengamat sosial viral menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak sejalan atau berimbang dengan kenaikan upah pekerja. Ia mencontohkan harga beras yang naik dari sekitar Rp12 ribu pada 2019 menjadi Rp16–18 ribu saat ini, berarti kenaikan kebutuhan pokok minimum sekitaran 30%. Tetapi bila dilihat upah minimum pekerja kenaikannya tidak ada yang bisa sampai di kisaran 20%.
Ia menilai banyak kebutuhan lain juga mengalami kenaikan signifikan. Namun, ia menyebut upah tidak meningkat dengan persentase yang sama.
Menurutnya, kondisi ini membuat banyak masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Ia menggambarkan pekerja yang harus menghabiskan seluruh penghasilannya untuk biaya sehari-hari atau biaya hidup.
Ia juga menyoroti risiko saat masyarakat menghadapi kondisi darurat, seperti biaya kesehatan. Dalam situasi tersebut, ia menilai pastinya masyarakat Indonesia terpaksa mencari bantuan lain seperti pinjol atau nipu temannya sendiri untuk memenuhi biaya hal tersebut.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






