KOTA MEDAN, CerminDemokrasi.com – Kebijakan Pemerintah Kota Medan terkait penutupan penjualan daging babi terus menuai tanggapan dari berbagai pihak. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi pedagang.

Ketua GAMKI Kota Medan, Boydo HK Panjaitan menyampaikan bahwa persoalan ini berkaitan dengan mata pencaharian pedagang, bukan urusan ibadah atau kegiatan keagamaan. Ia mengatakan para pedagang mengandalkan usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak mereka.

Menurutnya, pedagang mengaku merasa terintimidasi dan tidak dapat berjualan secara normal sejak adanya penertiban yang didasari Surat Edaran Wali Kota Medan. Kondisi itu membuat mereka khawatir terhadap kelangsungan hidup, usaha dan pendapatan sehari-hari para pedagang.

Ia juga menilai pemerintah seharusnya membuka dialog langsung dengan para pedagang yang terdampak. Menurutnya, pedagang merupakan pihak yang mengalami langsung dampak kebijakan tersebut dan perlu dilibatkan dalam mencari solusi.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Medan menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk penataan dan menjaga ketertiban lingkungan. Namun, sejumlah pihak berharap pemerintah Kota Medan dapat mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat serta menghadirkan solusi yang adil bagi semua pihak.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz