KAB. SUKOHARJO, CerminDemokrasi.com – Warung Mie Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, diserang dan dibakar Orang Tak di Kenal (OTK) pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam aksi tersebut, seorang karyawan warung ditodong pisau dan dipaksa menghitung angka 1 hingga 1.000.
Karyawan warung, Ali Qoirun Rosid, mengatakan dirinya sedang tidur di kamar ketika terbangun setelah mendengar suara pintu digedor. Tak lama kemudian, empat orang berpakaian serba hitam masuk ke kamar dan memintanya keluar. Ali kemudian diancam menggunakan pisau, diminta jongkok di depan etalase, serta dilarang banyak bergerak. Telepon selulernya juga diambil.
Saat Ali berada di bawah ancaman, para pelaku diduga merusak sejumlah fasilitas warung. Mereka memecahkan kaca etalase dan kaca dapur, kemudian membakar sepeda motor serta piano yang berada di lokasi. Hingga kini belum diketahui secara pasti total kerugian akibat aksi tersebut maupun identitas empat orang yang diduga terlibat.
Peristiwa tersebut terjadi ketika persoalan penolakan terhadap keberadaan warung masih dalam proses perundingan antara pengelola dan sejumlah warga. Penolakan sebelumnya mulai mencuat pada April 2026. Warga sempat menutup akses menuju lokasi menggunakan tumpukan pasir pada 16 April, kemudian memasang sekitar 20 spanduk penolakan di sepanjang Jalan Setya Dharma, Dukuh Sudimoro, pada 20 April.
Ketua RW setempat, Bandowi, mengatakan keberadaan warung yang menjual menu mie babi mendapat keberatan dari mayoritas warga yang beragama Islam. Selain persoalan kondisi sosial dan budaya lingkungan, lokasi usaha disebut berada tidak jauh dari tempat ibadah. Warga kemudian menggelar musyawarah dan membuat petisi penolakan yang disampaikan kepada pemilik usaha serta sejumlah pihak terkait.
Pemilik Warung Mie Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, mengatakan pihak manajemen tidak ingin berspekulasi mengenai identitas pelaku maupun motif penyerangan.
“Ya, dari pihak manajemen menanggapi apa yang sudah terjadi, ya biar kita serahkan ke pihak kepolisian saja untuk menyelesaikan. Karena saya yakin dari pihak kepolisian pasti punya strategi, semuanya yang terbaiklah untuk memecahkan masalah ini,” ujar Jodi.
Jodi mengatakan pihaknya telah memperoleh pendampingan hukum dari tim yang dipimpin Teddy Tondowidjojo. Laporan terkait penyerangan tersebut akan disampaikan ke Polres Sukoharjo untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu, penyelidikan masih diperlukan untuk mengungkap identitas pelaku, motif penyerangan, serta rangkaian aksi yang menyebabkan kerusakan dan kebakaran di lokasi usaha.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






