JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Guru Bimbingan Konseling (Guru BK) mempunyai peran penting dalam mendorong prestasi dan jati diri peserta didik. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pemahaman dan praktik konseling yang lebih komprehensif dan relevan dengan murid untuk guru BK di seluruh Indonesia melalui pendekatan 7 Jurus BK Hebat.

“Ini bentuk perhatian pemerintah terhadap pembentukan karakter. Kebijakannya untuk semua guru, yang dimulai dari guru BK. Pemerintah memikirkan agar anak-anak Indonesia menjadi lebih hebat, terutama karakternya. Diharapkan semua guru bisa berdialog, dan semua murid bisa memahami tujuh jurus ini,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/11/2025).

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Putra Asga Elevri, menjelaskan modul 7 Jurus BK Hebat disusun dengan bahasa sederhana. Bahasa psikologis populer disederhanakan dalam bentuk gambar agar mudah dipahami dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.

“Kami ingin kemampuan praktis guru; semua jenis guru, bukan hanya BK, bisa memahami bagaimana melihat potensi anak, membantu mereka mengelola emosi, dan membangun resiliensi sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh,” urai Putra Asga Elevri.

Program 7 Jurus BK Hebat mencakup tujuh komponen, yaitu:
– Kenali Potensi
– Kelola Emosi
– Tumbuhkan Resiliensi
– Jaga Konsistensi
– Jalin Koneksi
– Bangun Kolaborasi
– Menata Situasi

Ketujuh jurus ini dikembangkan dalam bentuk modul sederhana, mudah dipahami, dan aplikatif bagi guru di berbagai jenjang.

Pelatihan digelar bagi fasilitator nasional dan fasilitator daerah. Mereka akan menjadi penggerak utama pengimbasan di wilayah masing-masing.

Saat ini terdapat 1.200 fasilitator nasional dari unsur guru BK, kepala sekolah, pengawas, dan dosen, serta 18.000 fasilitator daerah yang seluruhnya merupakan guru BK aktif di seluruh jenjang.

Berdasarkan data Oktober 2025, sebanyak 18.166 guru BK telah mengikuti pelatihan program BK Kemendikdasmen atau sekitar 25,32 persen dari total 71.756 guru BK nasional.
Fasilitator nasional dan daerah ditargetkan dapat mengimbaskan program ini kepada 270.000 guru, termasuk guru BK, guru mata pelajaran, dan guru kelas.

“Modul untuk setiap jurus dipelajari di LMS selama satu minggu. Kemudian ada bahan tayang untuk praktik. Untuk fasilitator daerah, mereka harus mempraktikkan dua dari tujuh jurus sebelum diakui sebagai fasda,” kata Putra Asga Elevri menjelaskan pelatihan dilakukan secara berjenjang..

Program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih percaya diri, resilien, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pemerintah memastikan penguatan karakter dapat menjadi praktik nyata yang dirasakan setiap murid di seluruh Indonesia.

 

#Simak berita-berita CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu. Ikuti saluran WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya, kemudian klik tautan/link WhatsApp Channel diatas