KOTA BEKASI,CerminDemokrasi.com – Komisi II DPRD Kota Bekasi meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi segera melakukan penanganan cepat terhadap tumpukan sampah di depan Pasar Baru. Pasalnya, kondisi sampah yang tidak di angkut hampir dua pekan tersebut kini semakin bertambah dan mengeluarkan bau tidak sedap.
“Tidak boleh ada pembiaran hingga berhari-hari karena kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, serta merusak aktivitas ekonomi para pedagang,”kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, Kamis (23/7/2026).
Melihat kondisi tersebut, Evi juga meminta DLH Kota Bekasi untuk menata dan mengevaluasi kesiapan fasilitas pendukung serta sistem pengangkutan sampah. Evaluasi ini ditekankan agar kebijakan pembatasan sampah dapat berjalan efektif tanpa merugikan warga masyarakat yang terdampak penumpukan sampah.
“DLH Kota Bekasi harus mengevaluasi sistem pengangkutan sampah, memastikan armada dan jadwal pengangkutan berjalan tepat waktu, serta memperkuat pengawasan di titik-titik rawan penumpukan sampah,”tegas Evi.
Ia juga mengimbau kepada warga masyarakat Kota Bekasi agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di jalan umum. Karena, persoalan sampah tidak akan selesai apabila kesadaran masyarakat masih rendah dengan membuang sampah tidak pada tempat yang seharusnya.
“Kami mengajak seluruh warga dan pedagang untuk disiplin membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan, tidak membuang sampah sembarangan, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan pasar. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,”ujarnya.
Menurutnya, untuk menjadikan Kota Bekasi yang bersih hanya dapat terwujud melalui kolaborasi pemerintah dan warga masyarakat agar sama – sama peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Pemerintah harus hadir dengan pelayanan yang cepat dan profesional, sementara masyarakat harus menunjukkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami akan terus mengawal agar persoalan sampah di Pasar Baru tidak berulang dan menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan,”tandasnya.
Dari pantauan awak media hari ini tumpukan sampah Pasar yang berlokasi di sisi badan jalan Ir H Juanda, lebih tepatnya di seberang pintu keluar Terminal Induk Kota Bekasi hingga kini belum tertangani oleh dinas terkait. Volume sampah kian hari semakin bertambah dan menebarkan bau tidak sedap dengan genangan air lindi di sekitar lokasi.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, memilih bungkam dan tidak merespon ketika awak media mencoba meminta keterangan melalui telepon maupun pesan yang disampaikan.






