JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50.
Kebijakan B50 mencampurkan 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit dengan 50 persen solar. Pemerintah mendorong kebijakan ini untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.
Namun, penerapan B50 juga menimbulkan pertanyaan terkait kebutuhan minyak sawit. Produksi biodiesel dalam jumlah besar membutuhkan pasokan sawit yang lebih tinggi.
Dalam sebuah video, pembuat konten mempertanyakan dampak kebijakan tersebut terhadap lingkungan. Ia menyebut sejumlah organisasi lingkungan memperkirakan target B50 dapat memicu deforestasi hingga 1,5 juta hektare pada 2039.
Ia juga mengingatkan bahwa minyak sawit tidak hanya memenuhi kebutuhan energi. Industri pangan dan rumah tangga juga membutuhkan komoditas tersebut.
Menurutnya, peningkatan penggunaan sawit untuk biodiesel berpotensi memengaruhi pasokan minyak sawit untuk kebutuhan pangan. Kondisi tersebut juga dapat memicu kembali persoalan kelangkaan minyak goreng.
Karena itu, ia mempertanyakan kesiapan lahan dan pasokan sawit sebelum pemerintah menjalankan mandatori B50.
“Kalau enggak, yang terancam hutan kita dan dapur kita,” ujarnya.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






