KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Sebuah pernyataan terbuka dari seorang warga Kristen menyita perhatian publik setelah menyampaikan keluhan langsung kepada Presiden. Ia menyuarakan keresahan atas pembatasan ibadah yang terus terjadi, termasuk pembubaran rumah doa di Padang Sarai, Sumatera Barat.
Dalam rekaman video yang tersebar, ia menegaskan bahwa umat Kristen tidak menuntut kekuasaan ataupun panggung, melainkan hanya ingin menjalankan ibadah secara damai di tempat ibadah mereka sendiri. Ia mempertanyakan konsistensi negara dalam menjamin kebebasan beragama sebagaimana tercantum dalam konstitusi.
“Mengapa kami terus mengalami kesulitan saat ingin beribadah? Apakah memuji Tuhan dianggap ancaman?” tanyanya.
Ia juga menyoroti kurangnya respons tegas dari pemerintah terhadap tindakan intoleransi yang menyasar rumah-rumah ibadah, serta mengajukan harapan agar negara bersikap adil terhadap seluruh pemeluk agama, tanpa terkecuali.






