KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Anggota DPRD Kota Bekasi asal Fraksi PDI Perjuangan, Arief Rahman Hakim (ARH) menanggapi terkait perihal dirinya dilaporkan oleh rekan sejawatnya sesama anggota DPRD Kota Bekasi asal Fraksi PKB, Ahmadi Madong. Dirinya justru mempertanyakan maksud dari pernyataan dari kata ” Toyor” yang diungkapkan Ahmadi.

“Saya justru lagi nanya ke teman – teman, toyor itu gimana sih toyor,” seloroh ARH saat dihubungi, Selasa (23/09/2025).

Lebihlanjut, ARH memaparkan, perseteruan muncul bukan karena soal perbedaan pendapat mengenai usulan 6,8 atau 7,2 dalam penetapan APBD 2026. Menurutnya, hal itu tidak masalah karena masing – masing punya perbedaan. Namun yang menjadi persoalan adalah tanggapan dari Ahmadi yang diucapkan dengan nada tinggi sambil di videokan.

“Saya tegur setelah rapat, “Lu gausah musti teriak begitu nanggepin instruksi gua terhadap Pemkot, gausah tereak begitu, dia ketawa ngeledek, kok lu malah ketawa, Lha kan saya anggota Banggar, kemudian berdiri, kita paranin kemudian dipisahkan sama temen- temen,” terang ARH.

Dirinya juga menyangkal telah melakukan ” toyor Kepala Ahmadi”. ARH menyatakan, pada waktu kejadian ia hanya “mentoel” topi yang dipakai Ahmadi menggunakan jari.

“Ditarikin teman – teman kan, terus topinya saya toel pakai satu jari, jatuh juga enggak, toel ya bukan toyor,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini banyak tindakan berlebihan yang sudah dilakukan oleh rekannya tersebut. Ia pun mengatakan sempat mengingatkan, namun tidak mendapat tanggapan baik.

“Dia memang pernah kita tegur juga, waktu dia ngatain teman – teman dewan dianggap dzolim, saya tegur, nggak bolehlah dengan kata – kata itu, yang akhirnya kita ada sedikit debat, dia ada suara nantangin saya, ” Kalau nggak terima datang saja ke Bandung”, saya datang ke Bandung,”ujarnya.

Tetapi ARH menganggap persoalan tersebut sudah clear dan sudah kembali saling bertegur sapa. Mengenai persoalan yang terjadi diruang rapat Banggar, ARH, mengatakan sebenarnya dia sudah beritikad untuk menyelesaikan persoalan pada hari itu juga.

“Setelah rapat kemarin kan saya sampai sore nunggu di Komisi dua ngobrol sama teman – teman, saya tungguin. Sampe akhirnya saya pulang, saya dengar ada laporan,” ungkapnya.

Terkait laporan, ARH menyatakan sebagai warga yang baik dirinya siap di panggil pihak kepolisian. Ia juga akan terbuka jika ada penyelesaian masalah kedua belah pihak melalui Badan Kehormatan Dewan (BKD).

“Saya pada dasarnya hari ini sampai malam, itu masih menunggu. Tapi karena ternyata ada gerakan yang lain diluar praduga saya, hari ini saya juga akan lanjutin semua yang saya tahu, saya lihat dan yang saya pahami, kita akan lanjutin. Yang pertama temuan yang saya tau, itu nanti kita akan bahas, saya hari ini nanti jam empat akan ke Polda Metro, saya ada janjian disana. Kita juga sudah konsultasi dengan beberapa masyarakat yang akan melaporkan, nanti setelah itu kita akan infokan,” pungkasnya.

 

#Simak berita-berita CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu. Ikuti saluran WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya, kemudian klik tautan/link WhatsApp Channel diatas.