KOTA SURAKARTA, CerminDemokrasi.com – Sekolah Dasar (SD) Kanisius Pucangsawit melaksanakan rangkaian kegiatan edukatif dan kreatif melalui Program Hibah MBKM Asistensi Mengajar (AM) dari Mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), guna meningkatkan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian alam.

SD Kanisius Pucangsawit memulai pengadaan tong sampah dari galon bekas, mulai tanggal 6 Maret 2025. Setiap kelas memperoleh dua tong yang kemudian dilukis dan didekorasi secara mandiri.

Langkah lanjutannya, pada tanggal 12 April 2025, diluncurkan program Bank Sampah. Perwakilan siswa tiap kelas secara rutin menyetorkan sampah anorganik sepulang sekolah. Sampah yang disetorkan kemudian dicatat, ditimbang, dan dijual ke bank sampah mitra.

Hasil dari penjualan nantinya akan disumbangkan kembali untuk siswa yang membutuhkan, sehingga kegiatan juga turut menumbuhkan kepedulian dan kerjasama sosial.

(Foto: Pembuatan Tong Sampah & Penyetoran Bank Sampah‎)

Melengkapi kegiatan pengelolaan sampah, pada tanggal 02 Juni 2025, mahasiswa UNS dan Unisri dari program MBKM Asistensi Mengajar menginisiasi sosialisasi pembuatan pupuk alami dengan tema “Membangun Kepedulian Lingkungan dengan pupuk alami”.

Proses pembuatan pupuk cair ini dijalankan secara kolaboratif dan interaktif. Sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini dengan mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi pupuk alami. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UNS turut mengundang mahasiswa dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) sebagai pembicara.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk meliputi sisa sayur, buah, daun hijau, molase, air bersih, dan EM4 (Effective Microorganism 4).

Proses pengolahan dilakukan secara bersama-sama di halaman sekolah, dipandu oleh mahasiswa UNS dengan metode yang mudah dipahami oleh anak-anak. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan menyenangkan, dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang ingin mengetahui cara pembuatan pupuk cair.

(Foto: Sosialisasi & Pembuatan Pupuk Alami)

Kepala Sekolah SD Kanisius Pucangsawit, menyatakan dukungannya, “Program ini sangat berguna tidak hanya mengajarkan siswa mengelola sampah dan membuat pupuk alami, tetapi juga menumbuhkan karakter tanggung jawab dan rasa cinta lingkungan sejak dini,” ungkap Perdana Wulan Sari, S.Pd didalam lingkungan sekolah.

Sementara itu, salah satu guru sekaligus walikelas SD Kanisius Pucangsawit menambahkan, “Saya senang melihat antusiasme siswa dalam praktek langsung, mulai dari mendekor tong sampah hingga meracik pupuk organik. Inilah pendidikan lingkungan nyata yang efektif,” ujar Fransisca Tyas Tri Utami, S.Pd.

Melalui rangkaian kegiatan edukatif ini, diharapkan semangat kepedulian lingkungan yang ditanamkan sejak dini dapat terus berkembang dalam diri siswa, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan seperti pengelolaan bank sampah dan pembuatan pupuk organik menjadi awal pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab, mandiri, serta peka terhadap isu lingkungan.

Harapan dari pelaksanaan program ini dapat menjadi model pembelajaran kontekstual yang berkelanjutan dan mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan praktik serupa dalam membangun kesadaran ekologis generasi muda.