KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Sebuah video beredar di media sosial menyoroti ajaran yang dikaitkan dengan klan Ba‘alawi. Dalam video tersebut, seorang narasumber menyebut ajaran itu membahayakan agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menyinggung doktrin penjajah Eropa yang dipengaruhi teori Charles Darwin, yaitu gagasan “yang kuat berkuasa, yang lemah tersingkir.” Menurutnya, doktrin itu membuat penjajahan, penyiksaan, hingga pembunuhan dianggap wajar dan tidak berdosa.

Narasumber itu juga menyinggung pernyataan Gus Hasan As-Syarief, seorang kiai asal Madura, yang mengutip isi kitab Ba‘alawi. Isi kutipan tersebut dianggap menempatkan manusia selain klan Ba‘alawi sama derajatnya dengan hewan.

Ia mengaku masih menelusuri nama kitab yang dimaksud untuk memverifikasi kebenarannya.