KABUPATEN BEKASI, CerminDemokrasi.com – Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 telah selesai digelar. Di mana diketahui bahwa TKA 2025 dilaksanakan untuk asesmen sukarela yang bertujuan memberikan informasi capaian akademik murid secara objektif dan adil.
Namun baru-baru ini diketahui bahwa TKA 2025 diramaikan dengan sejumlah kecurangan yang terjadi. Salah satunya terjadi di SMA 1 Tambun, yang bahkan videonya menjadi viral di sosial media.
Seperti cuitan yang dibagikan di akun Twitter/aplikasi X: @sbmptnfess, yang dibagikan pada 4 November 2025 lalu.
“PTN! Ada yang lebih parah dari Nurul Garut, SMA 1 Tambun pengawas dari sekolah sendiri dan disuruh pengawas searching. Jadi TKA itu efektif atau nggak sih???,” tanya @sbmptnfess.
Dimana bersamaan cuitan tersebut dilampirkan video dengan durasi 9 detik, dan tampak dalam video tersebut para siswa tengah melaksanakan TKA.
Namun terlihat adanya sosok pengawas yang duduk di sebelah siswa, diduga mengizinkan siswanya untuk mencari jawaban di internet. Bahkan tampak adanya siswa yang sedang memotret soal di layar komputer, diduga berusaha mencari jawabannya.
cuitan dan video itu pun menjadi viral setelah ditayangkan pada akun Twitter/aplikasi X, hingga mencapai 1,6 juta tayangan.
Banyak sekali yang ikut memberikan komentar atas cuitan dan video milik @sbmptnfess, mayoritas mengungkapkan kekecewaannya, meminta sanksi terhadap para pelaku dan meminta sanksi terhadap sekolah yang bersangkutan, beberapa diantaranya:
“Gue sakit hati bgt sih kalo emg beneran ada yg kayak gini, disaat semua orang berjuang belajar buat ujian TKA ini, tp justru ada org lain yg seenaknya searching jawaban kyk gini, gak fair bgt,” ucap akun @haejunnu.
“Blacklist snbp & snbt satu angkatan, Blacklist snbp 3 angkatan!!,” tegas akun @knuppiee.
“Sekolahnya gajelas, semoga besok di Blacklist deh itu dari perguruan tinggi. Gunanya kamera dilayar tuh buat apa jir wkwk? Ga dijagain apa gimana? Di sekolahku bahkan ada 2 pengawas dari sekolah lain + kamera buat zoom yang dipantau sama dosen juga,” ungkap akun @mnhwaaa.
“@kemdikdasmen gimana nih min, saya yang ngerjainnya strict banget gak terima, masa ada yang curang gini. Jangan sampai lolos plis blacklist dari jalur PTN,” jelas akun @khumairaa09.
“Sialan wkwkwk parah sih kalau misalkan mereka semua sampai lolos snbp, gaadil,” kata akun @averousemairy.
“Kok bisa pengawasnya dari sekolah sendiri? Di daerah aku semua sekolah pengawasan nya dari sekolah lain, terus dari dalam ruangan juga masang kamera sambil zoom jadi bener-bener diawasin,” papar akun @pwoale.
“BTW ini sekolah favorit banyak yang keterima SNBP UGM dan ITB wkkwk,” tandas akun @explishitz.
“@kemdikdasmen boleh emg gini bapak/ibu? ga fair dong ya kalau pakai pengawas dari SEKOLAH SENDIRI dan JAWABANNYA DISEARCHING lagi,” tandas akun @dyeongduu.
Banyak kekecewaan terlihat, baik dari murid SMA yang menjadi peserta TKA 2025 maupun orangtua/keluarga murid atas kejadian viral ini.
Selayaknya dari Kemdikdasmen, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyelesaikan masalah ini dengan seadil-adilnya, memberikan sanksi tegas terhadap sekolah, pengawas dan murid yang telah melakukan kecurangan dengan cara hina.
Kredibilitas program Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 ini sedang terancam dan sedang dipertaruhkan, sebab dengan adanya kejadian viral yang dilakukan oleh oknum-oknum sekolah, pengawas dan murid peserta TKA yang tidak bertanggung jawab.
Karena pendidikan bukan bahan mainan yang bisa seenaknnya dimainkan, melainkan cerminan membangun SDM penerus bangsa, menuju Indonesia Emas.
#Simak berita-berita CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu. Ikuti saluran WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya, kemudian klik tautan/link WhatsApp Channel diatas







