KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Sebuah video viral menganalisis gelondongan kayu yang hanyut di banjir bandang Sumatera. Kreator dalam video viral itu membahas klaim dari Kemenhut yang menyebutkan kayu-kayu tersebut bukan hasil pembalakan liar, melainkan tumbang alami saat banjir.

Ia kemudian mengajak penonton menghitung bersana kemungkinan itu melalui pendekatan massa jenis, jenis kayu, dan volume kayu.

Ia menjelaskan bahwa kayu yang baru ditebang biasanya memiliki massa jenis lebih tinggi dan cenderung tenggelam. Sebaliknya, kayu yang sudah lama ditebang cenderung terapung karena kadar airnya lebih sedikit. Dari potongan gambar yang ia tampilkan, banyak batang kayu terlihat mengapung di permukaan air. Menurutnya, kondisi itu lebih cocok dengan karakteristik kayu yang telah ditebang cukup lama.

Ia juga menyoroti bentuk fisik batang kayu. Dalam videon viralya, ia menunjukkan banyak potongan kayu yang terlihat rapih, bersih, tanpa ranting dan dengan kulit yang sudah terkelupas. Pola seperti itu, menurutnya, tidak lazim terdapat pada pohon yang tumbang secara alami di hutan.

Analisisnya berlanjut ke perhitungan volume kayu. Ia menggunakan data yang beredar yang menyebut adanya ribuan batang kayu lalu membuat simulasi kasar. Jika terdapat sekitar 3.000 batang kayu dengan diameter rata-rata 70 cm dan panjang empat meter, maka total volumenya mencapai lebih dari 4.600 meter kubik. Mengacu pada kepadatan pohon di hutan sekunder Sumatra, ia memperkirakan kerusakan kawasan hutan yang setara dengan 57,7 hektar hingga 231 hektar.

Ia kemudian mempertanyakan kemungkinan adanya longsor sebesar itu tanpa diberitakan secara masif.

“Apakah ada satu lokasi yang longsornya seluas puluhan hektar sampai ribuan batang pohon hanyut bersamaan?” ujarnya konten kreator dalam video.

Unggahan ini memicu diskusi publik. Banyak warganet kembali mempertanyakan sumber kayu hanyut dan meminta kejelasan dari pihak berwenang terkait analisis yang kini viral tersebut.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link saluran WhatsApp dibawah ini 👇:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v