KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Harga gas elpiji 3 kilogram kembali memicu perhatian publik. Pemerintah sudah memberikan subsidi besar, tetapi warga tetap membeli dengan harga yang lebih tinggi dari seharusnya.

Menteri Keuangan menyebut harga asli elpiji 3 kg mencapai Rp42 ribu per tabung. Dengan subsidi hingga 70 persen, seharusnya masyarakat hanya membayar Rp12.750. Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Warga biasanya memperoleh elpiji dengan harga Rp19 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar: ke mana aliran dana subsidi yang begitu besar? Bukan hanya harga yang mahal, pasokan elpiji juga sering menipis. Warga bahkan harus menunjukkan KTP untuk membeli dengan harga eceran tertinggi, sementara stok tetap terbatas.

Pemerintah menegaskan perlunya pengawasan ketat, mulai dari agen, pedagang, hingga depo pengisian. Jalur distribusi harus berjalan transparan, baik dari jumlah tabung maupun isi gas yang sesuai standar.

Ketika pasokan tidak lancar, hukum pasar bergerak: barang langka, harga naik. Publik berharap pemerintah mencabut izin pihak yang melanggar aturan agar subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak bocor di tengah jalan.

#Simak berita-berita CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu. Ikuti saluran WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya, kemudian klik tautan/link WhatsApp Channel diatas.