JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Pemerintah Indonesia siapkan penyesuaian belanja agar defisit anggaran tetap di bawah 3 persen dari produk domestik bruto atau PDB. Langkah ini disiapkan di tengah konflik Timur Tengah yang berpotensi mendorong lonjakan harga minyak.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kenaikan harga minyak global memberi tekanan tambahan pada fiskal dan perekonomian nasional.
“Dengan asumsi skenario terburuk, jika harga minyak naik hingga $90 hingga $92 per barel, dalam kondisi tersebut, tanpa menyesuaikan anggaran kita saat ini, defisit akan meningkat menjadi sekitar 3,6 persen dari PDB,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (3/3/2026).
Anggaran 2026 menggunakan asumsi harga minyak mentah domestik 70 dollar AS per barel. Dengan kurs 1 dollar AS setara Rp 16.850, harga 90 dollar AS setara sekitar Rp1.516.500 per barel. Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rencana darurat telah disiapkan.
“Tentu saja, kami akan memangkas pengeluaran yang berdampak paling kecil terhadap perekonomian,” ujarnya.
Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh 82,37 dollar AS per barel atau sekitar Rp1.388.000. Level ini menjadi yang tertinggi dalam 14 bulan setelah serangan udara terhadap Iran. Harga minyak mentah Amerika Serikat naik ke 75,55 dollar AS per barel atau sekitar Rp1.273.000, tertinggi dalam delapan bulan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut seperempat impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah. Kawasan tersebut memasok sekitar 30 persen impor liquefied petroleum gas atau LPG. Tekanan pasar terlihat sejak awal tahun. Rupiah melemah lebih dari 1 persen terhadap dollar AS sepanjang 2026. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun hingga 7,5 persen dan menjadi salah satu yang terburuk di Asia.
Sorotan juga mengarah ke program Makan Bergizi Gratis (MBG). Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan pengurangan anggaran program tersebut. Penghematan diperkirakan mencapai sekitar Rp100 triliun atau sekitar 6 miliar dollar AS.
Program MBG senilai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp337 triliun itu menargetkan penyediaan setiap hari bagi hingga 83 juta warga. Skema ini menjadi perhatian investor karena dinilai berisiko menekan disiplin fiskal.
Februari lalu, Moody’s menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Program sosial, termasuk MBG, masuk dalam daftar risiko. Fitch juga bertemu dengan Menkeu dan pejabat lain di Jakarta menjelang tinjauan peringkat.
“Mereka (Fitch) khawatir tentang bagaimana Danantara memengaruhi kondisi fiskal kita, Utang mereka (Danantara) tidak memengaruhi utang kita, proyek mereka tidak memengaruhi pembiayaan kita. Jika mereka gagal, mereka dapat membiayai kegagalan mereka dengan dividen yang mereka terima dari perusahaan mereka,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, merujuk dana kekayaan negara baru Indonesia..
Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani Indrawati tahun lalu. Kebijakan fiskal konservatif Sri Mulyani selama ini menjadi penopang kepercayaan investor sejak krisis keuangan Asia. Sebagai menteri yang dinilai lebih pro pertumbuhan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen menjaga batas defisit sambil mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Pertumbuhan itu penting. Keberlanjutan fiskal itu penting. Tetapi yang terpenting adalah mengoptimalkan kondisi fiskal yang ada dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, Saya tidak akan melampaui batas defisit 3 persen dalam waktu dekat atau di masa mendatang.” tegas Purbaya Yudhi Sadewa, defisit akan menyempit dalam dua tahun ke depan seiring penyesuaian kebijakan dan penguatan penerimaan negara.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






