JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Kekisruhan yang timbul akibat pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 telah berakhir.
MPR RI memutuskan tak ada final ulang setelah jalan keluar yang mereka siapkan itu ditolak oleh dua peserta lomba, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
“Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang. Dan hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini,” kata Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto dalam jumpa pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Meski final ulang urung digelar, MPR RI berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar ke depannya. Bahkan, juri yang melakukan aksi kontroversial pada LCC 4 Pilar kemarin, ke depannya tidak akan dilibatkan lagi.
“Termasuk mengevaluasi juri, tidak dilibatkan kembali. Oleh karena itu mungkin itu bisa menjadi jawaban terhadap kegiatan LCC yang sebelumnya menjadi kegaduhan di publik,” ujar Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, Selasa (19/5/2026).
“Yang jelas sampai dengan hari ini, kami tidak ada pembahasan mengenai sampai kapan (di-blacklist dari juri LCC). Tetapi yang jelas karena ini sudah menjadi sanksi sosial di publik,” imbuh dia.
Akbar Supratman mengatakan, MPR RI telah membaca seluruh aspirasi masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat kontroversi dalam final LCC 4 Pilar Kalbar. Aksi juri yang menyalahkan jawaban SMAN 1 Pontianak, tetapi membenarkan SMAN 1 Sambas, dinilai sangat melukai hati masyarakat.
Kedepannya dewan juri untuk LCC 4 Pilar tidak akan melibatkan unsur internal MPR RI lagi ke depannya. Sebab, dewan juri pada LCC 4 Pilar selanjutnya akan berasal dari pakar hukum tata negara.
Selanjutnya, MPR RI juga meminta anggota MPR RI dari masing-masing dapil untuk hadir jika ada LCC 4 Pilar yang diselenggarakan di suatu provinsi. Sebab kehadiran anggota MPR RI diperlukan untuk memberikan semangat kepada anak-anak sekolah yang bertanding.
Sementara itu, pimpinan MPR RI akan terbang ke Pontianak untuk menawarkan Josepha Alexandra (Ocha) menjadi duta LCC. Ocha merupakan murid SMAN 1 Pontianak yang viral karena memprotes keputusan juri yang merugikan timnya.
“Besok pimpinan Badan Sosialisasi dengan Kesekjenan akan terbang ke Pontianak, dan mudah-mudahan juga Adik Josepha bersedia, karena ini salah satu aspirasi dari teman-teman juga menginginkan agar Adik Josepha bisa menjadi duta LCC,” ujar Akbar Supratman.
“Jadi besok, dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut, mudah-mudahan bisa diterima,” sambung dia.
Akbar Supratman mengatakan, duta LCC 4 Pilar untuk Ocha ini baru bersifat tawaran, bukan berarti akan dinobatkan besok.
“Bukan penobatan, tetapi akan kita sampaikan apakah yang bersangkutan berkenan,” ucap Akbar Supratman.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






