JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Yuliot Tanjung merespon positif pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, terkait TNI AD akan menjaga kilang dan terminal BBM milik PT Pertamina (Persero) mulai Desember 2025.

Menurut Yuliot Tanjung, keputusan tersebut adalah hal yang lumrah. Pasalnya, seluruh kilang milik Pertamina adalah aset negara, jadi wajar TNI ikut mengawasi.

“Jadi untuk penugasan TNI, ini kan merupakan objek vital nasional. Jadi objek vital nasional itu kan harus diamankan. Ya termasuk pengamanannya dari TNI-Polri,” ujar Yuliot Tanjung di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Respon posirif juga datang dari PT Pertamina (Persero) itu sendiri, melalui VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan, penjagaan dari TNI merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga objek vital nasional.

“Jadi untuk penjagaan kilang yang dikeluarkan statement dari Kemenhan, kami tentunya menyambut baik bahwa ini juga akan bersinergi antara instansi, kemudian juga akan bersinergi dengan pengamanan internal kami dalam pengamanan objek strategis yang dimiliki oleh Pertamina,” katanya di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Muhammad Baron mengatakan hadirnya TNI untuk menjaga kilang PT Pertamina (Persero) juga akan berdampak positif bagi kesiapan PT Pertamina (Persero) menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Ia mengatakan, penjagaan TNI ini bukan hanya untuk fasilitas PT Pertamina (Persero), tetapi juga mencakup semua objek strategis yang mempunyai dampak besar bagi negara.

“Selanjutnya juga penjagaan ini tentu bisa berdampak juga dalam proses Nataru kami. Jadi ini memperkuat lapisan pengamanan yang ada di dalam kilang-kilang ataupun objek strategis lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan mulai menjaga kilang-kilang milik PT Pertamina (Persero) mulai bulan depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengamanan instalasi strategis nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie Sjamsoeddin usai mengikuti rapat kerja tertutup bersama Komisi I DPR RI di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).

“Menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara. Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,” ujarnya.

Sjafrie Sjamsoeddin kemudian merinci maksud dari penempatan pasukan di area kilang Pertamina tersebut. Menurutnya, tugas itu merupakan bagian dari pengamanan instalasi strategis yang masuk dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana tercantum dalam revisi Undang-Undang TNI.

“Tugas-tugas pengamanan instalasi strategis, khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari OMSP dan ada di dalam revisi Undang-Undang TNI yang 14 pasal itu,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa pengamanan oleh TNI AD akan dimulai pada bulan Desember 2025, dengan pengawasan intelijen oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

 

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link saluran WhatsApp dibawah ini 👇:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v