RIAU, CerminDemokrasi.com – Kondisi tempat tinggal guru di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) kembali menyita perhatian. Di SD 24 Tanjung Pal, Kabupaten Siak, tiga keluarga guru masih berbagi satu rumah singgah karena keterbatasan hunian.
Para guru mengaku telah lama tinggal bersama keluarga dalam satu bangunan. Mereka berharap pemerintah menyediakan rumah yang lebih layak agar dapat mengajar dengan nyaman dan bertahan lebih lama di daerah penugasan.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, langsung meminta camat, Dinas Pendidikan, dan perusahaan di sekitar lokasi membantu pembangunan rumah singgah. Menurutnya, hunian sederhana sudah cukup selama mampu memberi tempat tinggal yang layak bagi para guru.
Dalam keterangannya, Afni juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut hingga kini belum ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah 3T Kabupaten Siak. Akibatnya, para siswa di daerah tersebut belum menerima manfaat program itu.
Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan yang masih dihadapi sekolah di wilayah 3T. Selain menghadapi akses yang terbatas, para guru juga membutuhkan dukungan fasilitas dasar agar dapat menjalankan tugas secara optimal.






