JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Status desil 10 dalam pendataan kondisi sosial ekonomi menuai pertanyaan dari seorang guru. Ia mengaku kaget saat mengetahui dirinya masuk desil 10.

Desil 10 menunjukkan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling tinggi. Namun, guru tersebut merasa status itu tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi keuangannya.

Ia mengungkapkan pendapatan bulanannya sekitar Rp7–8 juta setelah menerima tunjangan sertifikasi. Ia juga memiliki rumah tiga lantai dan sejumlah kendaraan.

Meski memiliki aset tersebut, ia masih memiliki kewajiban kredit rumah. Kondisi itu membuatnya mempertanyakan cara petugas menentukan status desil.

Menurutnya, pendataan seharusnya melihat kondisi ekonomi secara lebih menyeluruh. Petugas perlu memperhitungkan pendapatan, aset, serta kewajiban seperti cicilan dan utang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengecek status desil masing-masing. Akurasi data penting karena pemerintah dapat menggunakan data sosial ekonomi untuk menentukan sasaran berbagai program.