KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis energi surya di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi hari ini resmi dimulai. Proyek strategis pengolahan limbah ini, menjadi momentum penting untuk mengubah beban masalah lingkungan menjadi potensi kekuatan ekonomi baru bagi daerah.

Groundbreaking proyek tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, serta jajaran jajaran Forkopimda dan pejabat eselon II Pemkot Bekasi.

Selain efisiensi energi, rantai pasok pengolahan limbah di area PSEL diyakini membuka peluang kemitraan baru yang melibatkan kontraktor, vendor, hingga penyedia jasa lokal selama masa konstruksi maupun operasional.

Menurut Menko Pangan Zulkifli Hasan, keberadaan PSEL selaras dengan visi mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, sekaligus membuktikan bahwa sampah yang dikelola secara presisi mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang tinggi.

“Semoga implementasi PSEL ini tidak membuat warga Kota Bekasi mengabaikan pemilahan sampah domestik. Milah sampah itu sederhana. Tapi itu kunci kalau sampah mau selesai selama-lamanya. Jadi memilah sampah itu kata kunci. Kalau kita berhasil memilah sampah, ada organik, ada anorganik,” tegas Zulkifli di lokasi, Rabu (26/08/2026).

Turut hadir, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, yang menyambut positif langkah tersebut, sebagai terobosan yang mampu memberi kepastian pasokan energi sekaligus merangsang iklim investasi lokal.

Ketua Kadin Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, menegaskan bahwa kehadiran PSEL memberikan dampak ganda, yang menguntungkan bagi iklim dunia usaha di Kota Bekasi.

“Ini bukan sekadar pengolahan sampah, melainkan mengubah tantangan lingkungan menjadi kekuatan ekonomi. Kadin Kota Bekasi mendorong pengusaha lokal terlibat aktif agar manfaatnya benar-benar terasa berkelanjutan,” kata Ruslan.

Pria yang akrab disapa QRS ini menjelaskan, keberadaan PSEL secara teknis berpotensi menekan biaya operasional industri dan UMKM, lewat ketersediaan pasokan energi yang lebih stabil dan kompetitif.

“Pembangunan PSEL ini mempunyai nilai keberlanjutan dan citra positif, karena mendukung standar usaha ramah lingkungan yang makin dihargai pasar, memperkuat posisi pengusaha lokal dalam membangun ekonomi hijau,” tutur QRS.

Sinergi sektor swasta dan pemerintah ini sejalan dengan pandangan Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, ia menyebut pengelolaan limbah berbasis teknologi modern merupakan bukti nyata transformasi tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Hadirnya PSEL di Bantargebang ini diharapkan menjadi percontohan nasional, dalam mengawinkan perlindungan ekosistem dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah menuju era industri hijau.