JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) belum lama ini menerbitkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur perubahan dari Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 terkait kurikulum pada PAUD, pendidikan dasar, dan menengah.

Kemendikdasmen menegaskan tidak ada perubahan kurikulum baru. Tahun ini, sekolah tetap bisa memilih menggunakan Kurikulum 2013 atau Kurikulum Merdeka.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi, menjelaskan peraturan tersebut tidak mengubah jam pelajaran maupun nama mata pelajaran.

“Jadi, tidak ada kurikulum baru, tidak ada sama sekali nama kurikulum baru saat ini, yang ada adalah sekolah dengan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013,” ucap Laksmi Dewi di Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (21/7/2025).

Lebih lanjut, Laksmi Dewi mengatakan pembaruan dalam pembelajaran di tahun ajaran baru ini adalah pihaknya menambahkan mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI). Kedua mata pelajaran ini akan diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai jenjang SD kelas 5 dan 6; SMP kelas 7,8, dan 9; lalu SMA/SMK kelas 10,11 dan 12.

“Kami hanya menambahkan mata pelajaran coding dan kecerdasan artifisial sebagai mata pelajaran pilihan,” tuturnya.

Selain mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan, Laksmi Dewi menjelaskan dalam peraturan terbaru ini juga mengadopsi model pembelajaran mendalam atau deep learning.

Sistem ini akan diterapkan di sekolah dasar dan menengah sebagai upaya meningkatkan literasi siswa yang saat ini masih rendah. Menurut Laksmi Dewi, metode pembelajaran tersebut akan disesuaikan dengan kurikulum di masing-masing sekolah, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).

Model pembelajaran ini mendorong kolaborasi yang erat antara siswa dan guru, serta antar tenaga pendidik sendiri. Laksmi Dewi menjelaskan bahwa dalam pembelajaran mendalam, guru akan mengaplikasikan empat metode utama.

Pertama, praktik pedagogis yang mengutamakan strategi mengajar untuk menghadirkan pengalaman belajar nyata, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kerja sama antar siswa.

Kedua, kemitraan pembelajaran yang membangun hubungan aktif antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional, sehingga kontrol proses belajar beralih dari guru tunggal menjadi kolaborasi bersama.

Ketiga, lingkungan pembelajaran yang menyatukan ruang fisik, virtual, dan budaya belajar fleksibel, guna mendukung berbagai gaya belajar dan mengoptimalkan kolaborasi, refleksi, eksplorasi, serta berbagi ide.

Keempat, metode ini dirancang menciptakan proses belajar yang autentik, interaktif, fleksibel, dan kolaboratif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa secara menyeluruh.

Adapun implementasi pembelajaran deep learning akan diterapkan dalam kurikulum nasional tahun ajaran 2025/2026.