JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Seorang mahasiswa membagikan pengalamannya setelah menjalani masa tahanan selama enam bulan usai mengikuti aksi demonstrasi pada Agustus tahun lalu. Ia mengaku baru menghirup udara bebas pada awal Maret.

Dalam sebuah wawancara, mahasiswa tersebut menyebut dirinya sebagai tahanan politik. Ia menilai proses hukum yang menjeratnya berkaitan dengan keterlibatannya dalam aksi demonstrasi.

Mahasiswa itu mengatakan dirinya sempat berprofesi sebagai guru sekolah dasar sebelum penangkapan terjadi. Menurut pengakuannya, ia menjalani masa tahanan selama sekitar satu semester.

Ia juga mengklaim masih ada puluhan peserta aksi lain yang menghadapi proses hukum. Sebagian, kata dia, masih menjalani persidangan hingga saat ini.

Selain itu, ia menyoroti kondisi sejumlah rekannya yang terdampak setelah mengikuti aksi demonstrasi. Ia mengaku menerima laporan mengenai peserta aksi yang mengalami luka fisik maupun tekanan psikologis.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa itu mengajak masyarakat untuk menunjukkan solidaritas kepada rekan-rekannya yang masih menjalani proses hukum. Ia juga mengarahkan dukungan kepada kelompok yang mengatasnamakan Serikat Tahanan Politik.