KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peluncuran Program Digitalisasi Pendidikan, dengan pemanfaatan teknologi, Interactive Flat Panel (IFP) atau Smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2024).

Program Digitalisasi Pendidikan ini digagas oleh pemerintah pusat untuk mempercepat transformasi pendidikan di seluruh Indonesia.

Para pelajar dan masyarakat Kota Bekasi sangat antusias menyambut di sepanjang jalan menuju SMPN 4 Kota Bekasi dan akhirnya Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi pada pukul 10.51. WIB.

Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto di SMPN 4 Kota Bekasi: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto di SMPN 4 Kota Bekasi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Mendagri Tito Karnavian, Menkomdigi Meutya Hafid, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Foto: Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto di SMPN 4 Kota Bekasi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Mendagri Tito Karnavian, Menkomdigi Meutya Hafid, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan kebutuhan mendesak. Ia menilai bahwa persiapan generasi muda dalam menghadapi masa depan harus dimulai dengan pemanfaatan teknologi secara optimal disetiap sekolah diseluruh Indonesia.

“Anak-anak Indonesia harus memiliki akses yang sama terhadap teknologi, agar mereka mampu bersaing di level global, ada 1.137 sekolah dari 38 provinsi hari ini, dan hari ini kita meresmikan program pembelajaran digitalisasi, dimana cukup besar prestasi yang kita capai, sudah 75 persen dari sekolah di seluruh Indonesia menerima panel interaktif, dan Panel ini diharapkan bisa membantu seluruh siswa di Indonesia untuk belajar lebih baik, lebih semangat, punya akses kepada semua bahan yang diperlukan,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti yang turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto
Foto: Mendikdasmen, Abdul Mu’ti yang turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti yang turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, program digitalisasi pendidikan tahun 2025 disediakan untuk 288.865 satuan pendidikan, dengan lebih dari 145.000 perangkat papan interaktif digital sudah tiba di sekolah. Dan program tersebut mencakup penyediaan perangkat, pengadaan laptop, pelatihan guru, serta bahan ajar.

“Program digitalisasi pembelajaran tediri atas pembagian IFP, penyediaan laptop, penyediaan materi pembelajaran dan pelatihan guru,” ujar Mendikdasmen, Abdul Mu’ti.

Tahun ini distribusi IFP ditargetkan sebanyak 288.865 unit. Selain IFP, digitalisasi pembelajaran juga dikuatkan dengan pengadaan laptop dan media penyimpanan konten pembelajaran (external HDD).

“Per 16 November sudah terkirim sebesar 172.550 yang telah tiba dan dimanfaatkan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan 32.022 yang sedang proses pengiriman,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti.

Papan interaktif ini juga memiliki fitur yang ramah disabilitas. Salah satu fiturnya adalah talkback.Talkback bermanfaat untuk penyandang tunanetra. Fitur ini dapat membacakan teks yang ada di layar.

Untuk mendukung penggunaan papan interaktif ini, pemerintah pusat bekerja sama dengan PLN dalam menyediakan panel surya bagi sekolah yang belum mempunyai listrik. Dan papan interaktif ini tetap bisa diakses tanpa internet lewat penyimpanan eksternal.

Sebagai informasi tambahan, pengadaan papan interaktif ini merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk digitalisasi pendidikan. Ia telah menginstruksikan hal ini pada Hari Guru Nasional 2024 dan Hari Pendidikan 2025. Lebih lanjut komitmen ini dituangkan lewat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Intruksi tersebut menekankan revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, dan digitalisasi pembelajaran.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe turut hadir selaku tuan rumah kegiatan yang sedang berlangsung menyampaikan, hal ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah daerah dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Dan Kota Bekasi sebagai kota besar dengan pertumbuhan penduduk yang pesat sangat membutuhkan akselerasi di sektor pendidikan.

“Kami menyambut baik program ini dan siap mendukung implementasinya di seluruh sekolah di Kota Bekasi.” ucap Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe.

Acara peluncuran program digitalisasi pendidikan berlangsung meriah dengan demonstrasi penggunaan perangkat digital, seperti tablet pembelajaran, platform kelas virtual, dan sistem evaluasi berbasis teknologi.

Para guru dan siswa SMPN 4 Kota Bekasi turut terlibat langsung dalam sesi uji coba, yang bertujuan menunjukkan kesiapan sekolah dalam menghadapi perubahan metode belajar.

Dan diharapkan Kota Bekasi menjadi salah satu daerah percontohan implementasi program digitalisasi pendidikan se-Indonesia.

 

#Simak berita-berita CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu. Ikuti saluran WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya, kemudian klik tautan/link WhatsApp Channel diatas