KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera kembali memicu kemarahan rakyat Indonesia. Sebuah video viral menunjukkan gelondongan kayu besar terbawa arus banjir bandang, pemandangan itu langsung memancing tudingan soal kerusakan hutan dan kerusakan lingkungan hidup di Sumatera.
Dalam video viral itu, pembuat konten menyerang/membantah pernyataan dari Kementrian Hutan (Kemenhut) Republik Indonesia yang menyatakan: “Kayu gelondongan dibanjir Sumut bukan hasil dari pembalakan liar, tapi karena tumbang alami.”
Ia menilai klaim tersebut tidak masuk akal. Baginya, gelondongan batang kayu sebesar itu tidak mungkin tumbang sendiri tanpa ada aktivitas perusakan hutan di hulu, sebab gelondongan batang kayu besar tersebut sudah bersih dari kulitnya, potongannya rapih dan ukurannya tertata.
“Hutan tidak botak sendiri,” katanya dengan nada geram.
Ia juga mengecam sikap Kemenhut/pemerintah pusat yang terus menyalahkan curah hujan. Menurutnya, kerusakan lingkungan hidup terjadi karena praktik rakus yang berlangsung lama, bukan karena cuaca semata.
Ia menilai sistem pengelolaan hutan dan lingkungan hidup dari kemenhut/pemerintah pusat justru memberi ruang bagi tindakan perusakan yang berdampak bencana.
Dalam video viral tersebut, ia menyebut bahwa warga kehilangan rumah, harta benda dan nyawa, sementara alasan yang muncul selalu sama yaitu hujan/cuacah/alam ekstrem.
“Padahal yang membuat alam rusak itu adalah kerakusan manusia yang memiliki jabatan,” ujarnya.
Unggahan itu langsung memantik kemarahan rakyat Indonesia di media sosial. Warganet mempertanyakan kembali terkait pengawasan hutan, pemberian izin pelepasan hutan dan tanggung jawab pihak Kemenhut/pemerintah pusat yang seharusnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link saluran WhatsApp dibawah ini 👇:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v






