KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Warga Negara Indonesia (WNI) menyoroti kekecewaan yang mendalam terkait hidup di negara minimnya akuntabilitas setelah kejadian bencana banjir bandang melanda Sumatera.

Menurut WNI, tidak ada pejabat, pengusaha, maupun aparat yang diadili terkait deforestasi yang mengakibatkan bencana di Sumatera. Perusahaan-perusahan terkait tetap beroperasi, sementara korban jiwa bencana di Sumatera hanya dianggap angka statistik.

WNI juga menyoroti banyaknya gelondongan kayu di lapangan yang hanya dianggap sebagai proses alam yang alami, padahal bisa menjadi indikasi penebangan ilegal dan tata kelola hutan yang tidak benar.

WNI menilai, negara hanya bersikap tegas terhadap aktivis dan warga kecil, tetapi pengecut dalam menindak pengusaha dan pejabat yang merusak hutan dan lingkungan hidup.

Kasus ini memicu kritik dan kekecewaan yang meluas, mengenai lemahnya pengawasan hutan dan lingkungan hidup serta terjadinya ketidakadilan dalam melakukan penegakan hukum di Indonesia.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link saluran WhatsApp dibawah ini 👇:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v