JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah mendapat minat investor untuk membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah di Indonesia. Pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional dapat mencapai kebutuhan hingga 90 hari.
Pernyataan tersebut memicu berbagai tanggapan dari publik. Sejumlah pihak mempertanyakan identitas investor yang akan terlibat serta kecepatan realisasi proyek penyimpanan energi tersebut.
Mereka juga menyoroti kebutuhan Indonesia terhadap fasilitas penyimpanan minyak dan BBM yang memadai. Menurut mereka, kondisi geopolitik global menunjukkan pentingnya cadangan energi untuk menjaga ketahanan pasokan dalam negeri.
Perdebatan juga kembali mengarah pada isu fasilitas tangki penyimpanan BBM yang pernah menjadi bagian dari perkara hukum di lingkungan Pertamina. Sejumlah pihak menilai kebutuhan terhadap infrastruktur penyimpanan energi kini semakin relevan di tengah ketidakpastian pasokan global.
Selain itu, muncul pertanyaan mengenai waktu pembangunan fasilitas penyimpanan baru. Beberapa pihak menilai pembangunan terminal dan tangki penyimpanan minyak membutuhkan waktu yang tidak singkat sehingga tidak dapat langsung menjawab kebutuhan jangka pendek.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas cadangan energi nasional. Langkah tersebut bertujuan memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika pasar minyak dunia dan meningkatnya risiko gangguan pasokan global.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






