JAKARTA, CerminDemokarasi.com – Seorang ekonom mengkritik keras program Koperasi Desa Merah Putih. Dalam sebuah diskusi, ia menilai program tersebut sudah gagal sejak tahap perencanaan.
Menurutnya, pemerintah merancang program itu dengan pendekatan yang tidak sesuai dengan prinsip koperasi. Ia menyoroti keterlibatan aparatur pemerintah dalam proses rekrutmen pengelola.
Ia juga menilai Koperasi Desa Merah Putih lebih mirip warung desa daripada koperasi. Menurutnya, koperasi tersebut akan bersaing langsung dengan warung milik warga karena menjual produk yang sama.
Ekonom itu menegaskan bahwa koperasi yang berhasil biasanya tumbuh dari anggota dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia menilai konsep Koperasi Desa Merah Putih telah melenceng dari semangat koperasi.
Selain mengkritik konsepnya, ia mengingatkan pemerintah soal risiko pengelolaan program di tingkat desa. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat pengawasan agar tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti ketimpangan ekonomi di Indonesia. Menurutnya, sebagian besar kekayaan masih terkonsentrasi pada kelompok kecil masyarakat.
Ia kemudian mengusulkan penerapan pajak kekayaan bagi kelompok beraset besar. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi.
Ekonom itu turut menanggapi target penciptaan lapangan kerja yang dicanangkan pemerintah. Ia menilai pemerintah perlu fokus menghadirkan pekerjaan formal yang memiliki prospek dan jenjang karier yang jelas.






