YOGYAKARTA, CerminDemokrasi.com – Sebuah video di media sosial menanggapi pemberitaan tentang temuan alat pelacak di mobil mantan Ketua BEM UGM. Dalam video tersebut, seorang netizen meragukan penggunaan alat pelacak fisik untuk memantau seseorang di era digital.
Ia menilai pelaku pengawasan saat ini lebih sering memanfaatkan spyware yang dapat mengakses ponsel dari jarak jauh. Untuk mendukung pendapatnya, ia menyebut beberapa spyware yang dikenal luas, seperti Pegasus, Predator, dan Candiru.
Menurutnya, penggunaan spyware lebih efektif daripada memasang alat pelacak pada kendaraan. Ia juga berpendapat bahwa pihak yang ingin memantau seseorang tidak perlu lagi memasang perangkat fisik secara langsung.
Meski begitu, video tersebut tidak menyertakan bukti yang mendukung klaim tersebut. Pembicara juga tidak menunjukkan bukti yang mengaitkan institusi tertentu dengan dugaan pengawasan tersebut.






