YOGYAKARTA, CerminDemokrasi.com – Sebuah video di media sosial membahas aksi protes mahasiswa terhadap acara yang menghadirkan sejumlah menteri di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam video tersebut, seorang pembicara menilai komposisi narasumber dalam acara itu kurang beragam karena didominasi oleh perwakilan pemerintah.
Ia berpendapat bahwa penyelenggara tidak melibatkan pihak lain, seperti akademisi dengan pandangan berbeda, dosen, maupun perwakilan mahasiswa. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengurangi ruang dialog dan pertukaran gagasan yang menjadi bagian penting dari tradisi akademik di kampus.
Pembicara juga menyebut bahwa forum semacam itu seharusnya memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk menyampaikan pandangan dan berdiskusi secara terbuka. Karena alasan tersebut, ia menilai protes yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk respons terhadap format acara yang dianggap kurang inklusif.






