KOTA BEKASI,CerminDemokrasi.com- Usai berakhirnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengajak masyarakat yang anaknya belum berhasil diterima di sekolah negeri agar tidak ragu melanjutkan ke sekolah swasta. Salah satunya melalui Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
Wakil Ketua BMPS Kota Bekasi, Marno mengatakan, bahwa tahun ini di Kota Bekasi telah dibentuk rintisan sekolah swasta gratis yang setara dengan SMP negeri untuk menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun. Sekolah gratis tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah bersama BMPS yang bertujuan mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Maka kepada anak – anak lulusan SD yang sampai saat ini belum bersekolah, silahkan untuk mencari RSSG di Kota Bekasi yang jumlahnya 59 sekolah yang tersebar di 12 kecamatan,” kata Marno saat ditemui, Senin (27/7/2026).
Lanjutnya, saat ini RSSG di Kota Bekasi terbagi dalam lima Sub rayon yang tersebar di 12 kecamatan Kota Bekasi. Diantaranya, Sub rayon 1 berada di wilayah Bekasi Utara – Bekasi Timur. Sub rayon 2 diwilayah Mustikajaya – Bantargebang. Sub rayon 3 diwilayah Jati Asih – Bekasi Selatan. Sub rayon 4 diwilayah Pondok Gede- pondok Melati. Sedangkan Sub rayon 5 berada diwilayah Medan Satria – Bekasi Barat.
Marno menegaskan, semua sekolah SMP swasta (RSSG) terbuka untuk anak – anak yang hingga kini belum mendapatkan sekolah di Kota Bekasi.
“Saya pikir jumlahnya tidak terlalu banyak, yang sampai saat ini belum sekolah maka titipkan anak – anak di RSSG tersebut. Insyaallah akan dipermudah, akan dibantu. Yang penting, bahwa anak – anak itu bisa bersekolah dengan baik,”ujarnya.
Selain itu, Marno juga menekankan kepada para orangtua agar tidak merisaukan masalah biaya. Karena RSSG seluruh biaya sudah ditanggung oleh pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau keterbatasan biaya, sekolah sudah sepakat dengan pemerintah daerah bahwa RSSG sudah dibebaskan biaya untuk SPP, Ulangan, Pendaftaran dan Uang Gedung. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak sekolah. Kalau misalnya ke negeri sudah tutup, silahkan dicari sekolah swasta itu, insyaallah akan sama fasilitas dan sarana prasarana yang diberikan kepada anak – anak ketika proses pembelajaran,”pungkasnya.






