KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Komisi II DPRD Kota Bekasi menyoroti dampak proyek penggalian pipa yang dikeluhkan warga masyarakat. Dimana penggalian merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung sistem distribusi air bersih di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kamis (05/6/2025).

“Persoalanya hari ini adalah kemacetan di Kota Bekasi, yang menjadi biang keroknya adalah galian pipa yang besar itu, pemasangan pipa air sama sama galian Fiber Optic (FO), itu banyak yang laporan ke saya,” kata Ahmad Murodi anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi.

Terkait galian, Murodi menekankan perlunya pengaturan waktu pengerjaan agar tidak memperparah kemacetan, terutama pada jam – jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Selain, meminta dilakukan percepatan pengerjaan galian.

“Kami minta agar pekerjaan tidak dimulai saat masyarakat berangkat atau pulang kerja karena akan berdampak besar pada kemacetan. Selain dirapikan bekas galian dan jangka waktu pengerjaan yang lebih cepat, terutama galian pipa yang memakan waktu panjang sampai Agustus,” ujar Politisi PKB ini.

Ia mengungkapkan, bahwa pihak pelaksana proyek memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dapat digunakan untuk mengatasi insiden di lapangan, termasuk kecelakaan. Namun informasi ini dinilai belum tersosialisasi secara luas kepada publik.

“Tadi sudah saya pertanyakan ada pelaksana lapangan juga, dia garansi kalau memang ada sesuatu yang menjadi keresahan, misalkan, kecelakaan dan sebagainya bisa langsung menghubungi mereka,” terangnya.

Lebihlanjut, ia menyatakan komitmen Komisi II untuk terus mengawal proyek – proyek Nasional yang ada diwilayah Kota Bekasi kedepannya, agar pelaksanaannya tidak merugikan masyarakat dan justru memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Bekasi.

“Bukan hanya persoalan benefit, kerjasama yang pasti, contoh Bantargebang, DKI disana ada kompensasinya. Karena kita baru, sedangkan perjalanan penggalian pipa dilakukan sebelum kita, kalau tahu kemarin kita akan lebih ketat lagi,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Kota Bekasi menggelar rapat kerja bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), PAM Jaya, serta mitra kerja dari Asian Tech selaku pelaksana proyek jaringan fiber optic yang berkaitan dengan galian pipa di sejumlah ruas jalan Kota Bekasi. Rapat berlangsung di Ruang Komisi II Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur.

(Adv/Humas DPRD Kota Bekasi/CDcom)