MEDAN, CerminDemokrasi.com Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 dijadwalkan berlangsung mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026. Mengusung tema “Harmoni Emas”, penyelenggaraan tahun ini dipersiapkan sebagai momentum kebangkitan PRSU sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra mengatakan penyelenggaraan PRSU tahun ini membawa konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, usia ke-50 menjadi momen penting untuk menghadirkan wajah baru yang lebih segar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat konferensi pers persiapan PRSU ke-50 yang berlangsung di Panggung Keong, Gedung PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, konsep baru yang diusung tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan ruang lebih luas bagi berbagai potensi lokal agar dapat tampil di hadapan masyarakat.

Sekitar 75 persen konten yang ditampilkan selama penyelenggaraan PRSU akan berasal dari masyarakat Sumatera Utara. Selain melibatkan seluruh 33 kabupaten dan kota, penyelenggara juga menghadirkan satu paviliun dari Pulau Pinang, Malaysia.

Selama 31 hari pelaksanaan, penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung mencapai 300 ribu orang. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui beragam kegiatan yang disiapkan selama berlangsungnya PRSU.

Ferry menjelaskan kawasan PRSU akan dibagi menjadi tiga area pertunjukan. Panggung depan yang menjadi landmark akan diisi berbagai komunitas, mulai dari komunitas difabel, orkes dorong, hingga komunitas kreatif lainnya.

Sementara itu, panggung utama akan menghadirkan penampilan artis ibu kota. Adapun Panggung Keong dipersiapkan sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya daerah yang menampilkan kekayaan budaya Sumatera Utara.

Ia berharap seluruh pihak, mulai dari masyarakat, insan pers, organisasi perangkat daerah, hingga pemerintah kabupaten dan kota dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan PRSU tahun ini.

Menurut Ferry, keterlibatan seluruh elemen tersebut menjadi bagian penting agar PRSU benar-benar menjadi ajang yang mampu menunjukkan berbagai potensi Sumatera Utara kepada daerah lain.

Komisaris Utama (Komut) PT PPSU, Effendi Pohan juga menilai penyelenggaraan PRSU ke-50 merupakan kesempatan untuk mengembalikan kejayaan ajang yang sempat tidak berlangsung selama dua tahun. Ia berharap PRSU kembali dikenal sebagai etalase kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, bukan hanya tempat transaksi jual beli.

Effendi juga mengingatkan pentingnya tata kelola penyelenggaraan yang mengedepankan prinsip transparan, terukur, dan terakurasi agar seluruh rangkaian kegiatan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun BUMD.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sumatera Utara, Nurbaiti Harahap mengatakan persiapan stan pameran hampir selesai. Sebanyak 22 organisasi perangkat daerah akan membuka stan pameran, ditambah sembilan biro Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yang digabung dalam satu stan, serta berbagai instansi vertikal, BUMN, dan mitra lainnya.

Selain pameran pembangunan dan hiburan, PRSU ke-50 juga menghadirkan berbagai layanan publik. Pengunjung dapat memanfaatkan mobil perpustakaan keliling, layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui ambulans RS Haji Medan, hingga Samsat Keliling yang melayani pembayaran pajak kendaraan selama penyelenggaraan berlangsung.

 

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz