KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Proyek pembangunan Wisata Air Kalimalang resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di lokasi pembangunan proyek Jalan KH. Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pihaknya siap mendukung pembangunan strategis di daerah, termasuk melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Karena provinsi itu tidak punya wilayah domisili, seluruh wilayahnya ada di kabupaten/kota, dan kami sifatnya administratif serta orkestratif dalam pembangunan,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Kamis (21/08/2025).

Di tempat yang sama, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan bahwa proyek wisata air Kalimalang sudah menggandeng pihak ketiga.

“Hari ini adalah komitmen kita di tahun 2026 dimulai dengan adanya Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan oleh PT Mizu dalam rangka membangun jembatan,” kata Tri Adhianto.

Direktur Utama PT Mitra Patriot (PTMP) Kota Bekasi, David Hendradjid Rahardja, menjelaskan pembangunan wisata air ini menelan anggaran sebesar Rp36 miliar melalui program CSR dari PT Mizu.

“Hari ini peletakan batu pertama oleh Pak Gubernur dan Pak Wali Kota. Rencananya pembangunan ditargetkan selesai pada Januari mendatang sehingga masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, nantinya pengelolaan Wisata Air Kalimalang akan dilakukan oleh BUMD PT Mitra Patriot, dengan tetap melibatkan pihak swasta sebagai mitra kerja.

Konsep wisata yang dibangun mencakup jalur kapal wisata, jembatan melengkung ramah pelayaran, serta kawasan kuliner di kanan-kiri sisi jembatan. Proyek ini akan dikerjakan secara bertahap, dimulai dari depan Mal Metropolitan (MM) hingga menuju kawasan Kota Bintang dengan total 13 jembatan.

“Dengan hadirnya Wisata Air Kalimalang, warga Kota Bekasi tidak perlu jauh-jauh untuk berwisata. Kapal wisata akan tersedia, dan kawasan kuliner akan menjadi daya tarik tambahan,” tandasnya.