MALANG, CerminDemokrasi.com – Laga final Milklife Soccer Challenge di Stadion Gajayana, Kota Malang pada Minggu (16/11/2025), berlangsung meriah dan dramatis. Animo para pesepakbola putri dan gemuruh suporter dari masing-masing klub membuat suasana partai final terasa pecah.

Dalam kompetisi yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Milklife ini, MI Al’Ihsan berhasil menjadi kampiun usai mengalahkan SDN Sawojajar 5 dengan skor 4-0 dalam laga final kelompok umur 10 (KU 10). Sementara itu, tim KU 12 SDN Mojorejo 01 berhasil menjadi yang terbaik setelah menang tipis 1-0 atas SDN 3 Pandanlandung.

“Antusias luar biasa, hampir 2 ribu pemain yang berkontribusi. Termasuk juga jumlah sekolah se Malang Raya ini, dan juga tim yang ikut di Milklife. Saya harap Milklife ini bisa menjadi salah satu indikator, barometer bahwa sepakbola khususnya sepakbola wanita yang dilakukan Milklife ini sudah terselenggara cukup baik,” kata Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Wahyu Hidayat berharap Kota Malang kembali menjadi tuan rumah Milklife Soccer Challenge pada gelaran 2026 mendatang. Menurutnya, gairah sepakbola wanita di Kota Malang sangat luar biasa. Bibit pemain muda yang ada butuh kompetisi untuk berkarir.

“Saya berharap dengan Milklife ini bisa muncul pemain untuk membawa nama Indonesia di dunia. Kita akan adakan kompetisi berjenjang, termasuk juga membenai struktur sepakbola yang ada di Malang,” ujar Wahyu Hidayat.

Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto mengatakan, tingginya antusiasme peserta dalam MilkLife Soccer Challenge Malang menjadi awal yang baik pembinaan sepakbola putri di Malang.

Welly Arisanto yakin, dengan kultur sepakbola dan semangat yang kuat, Malang dapat menjadi daerah yang dapat bersaing dari kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge lainnya.

“Muara penyelenggaraan MLSM ini harapannya bisa melahirkan atlet atau talenta sepakbola putri berbakat. Sehingga bisa bersaing dalam satu kompetisi All Star di tengah tahun 2026 di Kota Kudus. Jadi dengan semangat dan kecintaan sepakbola putri di Kota Malang. Tim starnya (juara) Kota Malang bisa menjadi kuda hitam di tim MLSM kota lain,” kata Welly Arisanto.

Sementara itu, Head Coach Milklife Soccer Challenge, Timo Scheunemann menuturkan, semangat peserta di kota Malang harus dijaga hingga gelaran MilkLife Soccer Challenge selanjutnya.

Timo Scheunemann menilai kemampuan serta teknik mengolah si kulit bundar para pemain putri di Malang semakin meningkat. Timo Scheunemann berharap ada konsistensi dan kualitas latihan untuk mengasah keahlian peserta menjadi lebih baik dalam gelaran selanjutnya.

“Saya lihat ada sekolah yang serius dan asal tampil. Harapan saya di Malang yang asal tampil itu paling sedikit dari 10 kota. Saya tahu animo sepakbola di Kota Malang luar biasa. Oke, kita boleh terakhir dan tunggu kita akan terdepan,” kata Timo Scheunemann.

 

#Simak berita-berita CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu. Ikuti saluran WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya, kemudian klik tautan/link WhatsApp Channel diatas